Jumat, 12 September 2014

Standar Warna dan Pemberian Simbol

Standar warna yang digunakan pada simbol alat pemadam api:
a.  Green  (hijau)    :   No  14260;
b.   Red    (merah)  :   No  11105;
c.   Blue   (biru)       :   No  15102;
d.   Yellow (kuning) :   No  13655;
(Recommended colors as described in the federal color standard number US Government Printing Office)

Pemberian simbol
> Diberi satu simbol karena alat pemadam tersebut hanya untuk satu kelas api seperti water pressurized type extinguisher hanya untuk api kelas A, maka diberi simbol api kelas A (ordinary combustible) dan juga dry powder hanya untuk api kelas D, maka diberi simbol api kelas D (combustible metals);
> Diberi dua simbol karena alat pemadam tersebut untuk dua kelas api seperti Carbon Dioxyde  untuk api kelas B dan api kelas C, maka diberi simbol api kelas B (flammable liquids) dan simbol api kelas C (electrical equipment);

> Diberi tiga simbol karena alat pemadam tersebut untuk tiga kelas api seperti Multipurpose Dry Chemical Extinguisher untuk api kelas A, api kelas B dan api kelas C, maka diberi simbol api kelas A (ordinary combustible), simbol api kelas B (flammable liquids) dan simbol api kelas C (electrical equipment).





Tanda / Simbol Alat Pemadam Api Portable

Tanda / Simbol  Alat Pemadam Api Portable

Tanda simbol alat pemadam api dibedakan atas 4 macam, yaitu:
a.  Untuk api klas A, adalah ordinary combustible dengan tanda gambar segitiga sama sisi dengan dasar warna hijau dan ditengahnya dengan huruf  ”A” dan tulisan  “ ORDINARY COMBUSTIBLE”;
b. Untuk api klas B, adalah flammable liquids dengan tanda gambar bujur sangkar dengan dasar warna merah dan ditengahnya dengan huruf “ B “dan tulisan  “ FLAMMABLE LIQUIDS”;
c. Untuk api klas C, adalah electrical equipment dengan tanda gambar lingkaran dan warna dasar biru serta di tengahnya ditulis dengan huruf “ C “ dan diberi tulisan ELECTRICAL EQUIPMENT;
d. Untuk api kelas D, adalah combustible metals dengan tanda bintang lima warna dasar kuning dan ditengahnya ditulis dengan huruf “D” dan diberi tulisan COMBUSTIBLES METALS;

Penempatan simbol / tanda alat pemadam api:
a. Bila dipasang pada alat pemadam api portable, maka penempatannya harus pada bagian depan tabung , di atas atau di bawah nama alat pemadam tersebut dan dapat dibaca dengan mudah dari jarak +  1 meter;

b.  Bila dipasang di tembok dekat alat pemadam api portable maka tanda tersebut harus dapat dibaca dengan mudah dari jarak kira kira 8 meter.





Halon dan Alternatif Media Pengganti Halon




f. Halon merupakan  Salah satu media pemadam yang popular, namun menjadi kontroversial.  Bahan ini mirip dengan CO2, karena disimpan dalam bentuk cair dan akan berubah menjadi uap atau gas jika disemprotkan ke api. Keunggulan utama adalah memadamkan api dengan cara memutuskan rantai reaksi api. Seperti halnya denganCO2 , halon juga tergolong media pemadam yang bersih dan daya pemadamannya sangat tinggi dibandingkan dengan media pemadam lain. Namun kelemahan halon adalah karena mengandung senyawa Chloro Fluoro Carbon (CFC) yang dianggap dapat merusak lapisan ozon di atmosfir. Halon bermacam jenis dan digunakan sebagai bahan pemadam api dalam sistim portable dan sistim tetap (fixed installation).  Namun saat ini penggunaannya sudah dibatasi dan tidak diproduksi lagi dan hanya boleh dipakai karena masih tersedia dan tidak dibenarkan untuk diisi ulang. Berdasarkan KEPPRES No 23 tahun 1992 tentang Pengesahan “Vienna Convention for the Protection of the Ozone Layer” yang mengatur pengurangan secara bertahap dan penghentian pemakaian bahan bahan yang merusak ozon, maka halon juga mulai dibatasi pemakaiannya sehingga harus dicari alternatif sebagai media penggantinya.
Ada beberapa alternatif media pengganti halon  (halon replacement agent) tetapi harus memenuhi persyaratan yang harus disesuaikan dengan 3 aspek yaitu:
1)    Environmental aspect (aspek lingkungan);
2)    Health and safety aspect (aspek kesehatan dan keselamatan kerja;
3)    Fire Extinguishment aspect (aspek teknis pemadaman api);

Industri pemadam kebakaran mencoba mengembangkan berbagai bahan pengganti halon dengan merk dagang berbeda, misalnya: Halotron, FM200, AF 11 dll yang aman terhadap lingkungan serta fungsi, cara penggunaan, cara pengisian dan cara perawatan sama halnya seperti gas CO2.





Sifat atau Mekanisme Pemadaman pada Alat Pemadam dan Jenis Pancaran

Berdasarkan hasil pengujian tepung kimia kering, maka dapat diperoleh data sebagai berikut: Jenis potassium bicarbonate lebih efektif dibanding sodium bicarbonate,  Jenis monoammonium phosphate sedikit lebih baik dibanding sodium bicarbonate.

Sifat atau mekanisme pemadaman pada alat pemadam ini ialah :
> Prinsip pemisahan (smothering): merupakan salah satu sifat terbaik tepung kimia kering adalah kemampuan untuk menyelimuti kebakaran dengan debu yang disemburkan.  Proses penyelimutan ini terjadi karena adanya gas CO2 yang dilepaskan ketika senyawa sodium bicarbonate mendapat panas dari api.   CO2 yang terbentuk meningkatkan kemampuan untuk memadamkan api. Jika tepung kimia kering jenis serbaguna (multipurpose) berbahan dasar monoamonium phosphate disemprotkan ke api kelas A , maka akan meninggalkan bekas berupa kerak pada permukaan benda yang terbakar.   Kerak keras tersebut adalah metaphosphate acid yang terbentuk ketika senyawa monoamonium phosphate terkea panas dari api.  Kerak ini sekaligus berfunsi menutupi permukaan benda yang terbakar.sehingga membatasi kontak dengan oxygen (efek smothering) sehingga api dapat dipadamkan.
> Prinsip pendinginan  (cooling): tepung kimia kering juga memiliki efek pendinginan walaupun tidak sebaik atau sebesar bahan mengandung air.   Mekanisme pendinginan ini terbentuk dari gas CO2 yang dihasilkan dalam proses kontak dengan api.
> Pemutusan rantai reaksi; Disamping faktor tersebut di atas bahan pemadam jenis tepung kimia kering juga mempunyai kemampuan untuk memutus mata rantai reaksi (chain reaction).   Ketika terjadi panas akibat kebakaran , maka senyawa yang terurai dari tepung kimia kering ini akan merusak reaksi pembakaran (segitiga api) sehingga reaksi berantai terputus.

Jenis pancaran: 

Pancaran yang dihasilkan adalah pancaran mengembang/mengepul. Jarak dan lamanya waktu memancar tergantung dari masing-masing tipe.  Alat pemadam api ini sangat baik untuk memadamkan kebakaran roda pesawat udara (jenis dry powder).





Dry Chemical Powder dan Sifat Fisik




e.   Dry Chemical Powder  (tepung kimia kering), merupakan alat pemadam api yang sangat populer dan digunakan secara luas berupa campuran berbentuk bubuk yang terdiri dari berbagai unsur atau senyawa kimia berbentuk padat atau butiran halus seperti tepung. Alat pemadam ini banyak digunakan baik untuk alat pemadam api portable , peralatan bergerak seperti mobil pemadam atau instalasi tetap. Awalnya bahan yang dikembangkan untuk menghasilkan tepung kering ini adalah borax dansodium bicarbonate yang disebut juga tepung kimia kering (dry chemical Powder). Bahan yang paling banyak digunakan adalah jenis Sodium Bicarbonate karena lebih efektif dari bahan pemadam api yang lain. Kemudian ditemukan bahan pemadam jenis serba guna (multipurpose) dengan bahan dasar monoammonium phosphate dan berbahan dasar potassium bicarbonate yang dapat digunakan untuk semua kelas api. Dalam fase berikutnya dikembangkan jenis yang disebut “super K” dengan bahan dasar potassium chloride dan berbahan dasar urea potassium bicarbonate. Dengan demikian jenis bahan dasar yang banyak digunakan untuk pemadaman yaitu : Sodium bicarbonate, Potassium bicarbonate, Potassium chloride, Urea potassium bicarbonate, Monoammonium phosphate. Untuk meningkatkan efektifitas dalam pemadaman dan penyimpanan ditambahkan berbagai macam bahan yang dicampurkan ke bahan dasar tepung untuk mencegah penggumpalan. Bahan tambahan yang dimaksud yaitu :  Metalik stearates,  Trikalsium fosfat, Silikon. 

Sifat fisik dry chemical powder yang perlu mendapat perhatian antara lain :
> Kestabilan; Dalam temperatur normal , tepung kimia kering sangat stabil dan tidak mudah berubah bentuk. Namun demikian ada juga beberapa jenis bahan yang tidak tahan temperatur tinggi dan meleleh sehingga terjadi gumpalan.   Untuk itu, suhu penyimpanan harus dijaga agar tidak terlalu tinggi atau melebihi 150º F.
> Toksisitas; Unsur-unsur yang terdapat dalam tepung kimia kering tidak mengandung sifat toksik yang tinggi karena itu relatif aman digunakan.   Namun demikian, karena tepung kimia kering ini merupakan partikel debu yang sangat halus, maka dapat masuk ke dalam saluran pernapasan dan menimbulkan gangguan kesehatan.





Carbon Dioxide Type



d. Carbon Dioxide Type   ( CO2 ), merupakan alat pemadam api portabel dengan bahan dasar pemadam ialah Co2 yang bersifat mendinginkan atau menurunkan suhu bahan yang terbakar. Karakteristik alat pemadam api Gas CO2 ini meliputi : Gas CO2 ditekan pada 800 – 900 psi pada temperatur 88º F (suhu ruang) karena pada temperatur di bawah 88º F suhu ruang, gas CO2 berbentuk cairan, Berat gas CO2 ini 1,5 kali lebih berat dari udara, sifat Gas CO2 ialah tidak berwarna, tidak berbau, tidak beracun, dan tidak dapat terbakar. Karena pengembangan gas CO2 tergantung kepada temperatur setempat dan alat pemadam ini tidak baik digunakan memadamkan api pada ruangan tertutup / sempit dan akan berakibat Berat gas akan menutup udara sehingga mengurangi unsur pembakaran pada pernapasan petugas, karena pengembangan mengikuti temperatur setempat maka suhu pada ruangan tersebut sangat tinggi akibat penjalaran panasnya api, sehingga kemungkinan ruang tersebut dapat meledak. karena cepatnya pengembangan dari bentuk cairan menjadi gas ketika CO2 meninggalkan corong,  maka 30% dari cairan akan menghasilkan salju padat atau es kering  (solid snow or dry ice), gas yang keluar dari corong hanya sebesar +   80% sedang 20% lainnya tertinggal pada slang pemancar , corong dll. Jenis pancaran yang dihasilkan ialah pancaran Fog Stream dengan jarak pancaran  3 s.d 8 feet, lama pancaran  +    8 s.d 10 detik  dan sangat efektif digunakan untuk memadamkan api kelas C.





Chemical Foam Type and Foam Pressurized Type



b. Chemical Foam Type, merupakan suatu alat pemadam api dengan menggunakan busa kimia sebagai bahan pemadamnya. Bahan dasar pembentukan busa ini terdiri dari : Larutan Sodium bicarbonate   (NaHCO3)  dengan volume 7,5 liter ditempatkan di tabung bagian luar dan disebut dengan larutan B dan Larutan Aluminium sulphate  (Al2SO4) dengan volume 1,5 liter ditempatkan di tabung bagian dalam  dan disebut dengan larutan A. Dari reaksi kimia  larutan A dan larutan B menghasilkan gelembung CO2 dan busa pancaran yang dihasilkan terdapat dari pengembangan kedua larutan sebesar +   tujuh kali dengan percobaan bahwa setiap 2,5 gallon larutan (A dan B) akan menghasilkan delapan belas gallon foam. Karakteristik pancaran dari alat pemadam ini ialah pancaran yang padat (solid stream), Jarak pancaran  30 – 40 feet, Lama pancaran kurang lebih 1,5 menit dan Efektif untuk api kelas B.



c.    Foam Pressurized Type (Mechanical Foam dan Air), merupakan alat pemadam portabel yang menggunakan cartride yang berisi gas N2 untuk memberikan tekanan pada tabung. Alat pemadam api foam pressurized type ini sangat efektif untuk memadamkan api kelas B.  Isi foam pressurized ini terdiri atas : Foam konsentrat AFFF / FFFP, Air, Gas N2. Karateristik kemampuan alat ini meliputi : Pancaran kedua jenis tersebut sama (solid stream / padat), Jarak pancaran mendatar 3 s.d 4 meter, Lama pancaran 30 s.d 50 detik.