Berdasarkan hasil pengujian tepung kimia kering, maka dapat
diperoleh data sebagai berikut: Jenis potassium bicarbonate lebih efektif
dibanding sodium bicarbonate, Jenis monoammonium phosphate sedikit
lebih baik dibanding sodium bicarbonate.
Sifat atau mekanisme
pemadaman pada alat pemadam ini ialah :
> Prinsip pemisahan
(smothering): merupakan salah satu
sifat terbaik tepung kimia kering adalah kemampuan untuk menyelimuti kebakaran
dengan debu yang disemburkan. Proses penyelimutan ini terjadi karena
adanya gas CO2 yang dilepaskan ketika senyawa sodium bicarbonate mendapat panas
dari api. CO2 yang terbentuk meningkatkan kemampuan untuk
memadamkan api. Jika tepung kimia kering jenis serbaguna (multipurpose)
berbahan dasar monoamonium phosphate disemprotkan ke api kelas A ,
maka akan meninggalkan bekas berupa kerak pada permukaan benda yang
terbakar. Kerak keras tersebut adalah metaphosphate acid yang
terbentuk ketika senyawa monoamonium phosphate terkea panas dari api. Kerak
ini sekaligus berfunsi menutupi permukaan benda yang terbakar.sehingga
membatasi kontak dengan oxygen (efek smothering) sehingga api dapat dipadamkan.
> Prinsip
pendinginan (cooling): tepung kimia kering juga memiliki efek pendinginan walaupun tidak
sebaik atau sebesar bahan mengandung air. Mekanisme pendinginan ini
terbentuk dari gas CO2 yang dihasilkan dalam proses kontak dengan api.
> Pemutusan rantai
reaksi; Disamping faktor
tersebut di atas bahan pemadam jenis tepung kimia kering juga mempunyai
kemampuan untuk memutus mata rantai reaksi (chain reaction). Ketika
terjadi panas akibat kebakaran , maka senyawa yang terurai dari tepung kimia
kering ini akan merusak reaksi pembakaran (segitiga api) sehingga reaksi
berantai terputus.
Jenis pancaran:
Pancaran yang dihasilkan adalah pancaran mengembang/mengepul. Jarak
dan lamanya waktu memancar tergantung dari masing-masing tipe. Alat
pemadam api ini sangat baik untuk memadamkan kebakaran roda pesawat udara
(jenis dry powder).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar